07 14:04:37 Juni 2026    |   Qonik Hanifa
"Ketika Kenangan Dipanggil Pulang: Purnawiyata SMP Muhammadiyah 4 Surabaya dan Kisah yang Tak Pernah Benar-Benar Usai"

Surabaya – Tidak semua perjalanan diukur dari seberapa jauh seseorang melangkah. Ada perjalanan yang justru dikenang karena siapa yang membersamai langkah itu, pelajaran apa yang ditinggalkan, dan doa-doa siapa yang mengiringinya hingga sampai pada tujuan.

Ahad, 7 Juni 2026, Ballroom Luminor Hotel Surabaya menjadi ruang pertemuan antara rasa syukur, kebanggaan, dan harapan dalam gelaran Purnawiyata SMP Muhammadiyah 4 Surabaya Tahun 2026. Sekitar 200 peserta hadir menyaksikan sebuah momen yang bukan sekadar pelepasan siswa, melainkan perayaan atas proses panjang tumbuhnya generasi muda yang telah ditempa oleh ilmu, akhlak, dan pengalaman hidup.

Di balik kemeriahan acara, ada cerita yang jarang terlihat oleh banyak mata. Ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap dalam malam, tim Muda Inspiring Broadcasting SMK Muhammadiyah 2 Surabaya telah memulai pengabdiannya sejak pukul 23.00 WIB. Mereka datang membawa kamera, perangkat dokumentasi, dan semangat yang sama: memastikan setiap detik berharga tidak hilang ditelan waktu.

Bagi tim broadcasting SKEMDA, dokumentasi bukan hanya tentang mengambil gambar terbaik. Mereka sedang menjaga sejarah. Sebab suatu hari nanti, foto-foto dan video yang dihasilkan akan menjadi jembatan yang menghubungkan seseorang dengan kenangan masa mudanya.

Acara berlangsung penuh kekhidmatan ketika Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo Surabaya, Luluk Humaedah, S.Pd.I., M.Pd.Gr., menyampaikan pesan yang sederhana namun memiliki makna yang akan terus hidup sepanjang usia.

"Setinggi apapun kalian jadi orang janganlah tinggalkan sholat, karena sholat adalah amalan ibadah utama yang akan dihisab. Sesuai dalam Al-Qur'an bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan munkar."

Nasihat tersebut mengingatkan seluruh hadirin bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh gelar, jabatan, atau pencapaian duniawi. Ada fondasi yang harus tetap dijaga, yaitu hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Pesan itu selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Ankabut ayat 45:

"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."

Di tengah dunia yang semakin sibuk mengejar pencapaian, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak hanya membutuhkan kecerdasan untuk sukses, tetapi juga keteguhan hati agar tidak kehilangan arah.

Suasana semakin mengharukan saat Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, S.Pd., M.M., menyampaikan sambutan penuh kebanggaan kepada para lulusan. Dengan mata yang menyimpan rasa haru, beliau menyaksikan anak-anak yang dahulu datang dengan langkah kecil dan rasa takut kini berdiri tegap menatap masa depan.

Momentum tersebut juga ditandai dengan peluncuran logo Kelas Bilingual SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Sebuah simbol yang bukan hanya menggambarkan kemampuan berbahasa, tetapi juga tekad sekolah untuk melahirkan generasi yang mampu berbicara kepada dunia tanpa kehilangan jati dirinya sebagai muslim yang berakhlak.

Salah satu cerita paling menyentuh hadir dari Anisa Dwi Ariyanti. Hari itu ia bertugas sebagai kru dokumentasi, namun hatinya kembali menjadi seorang siswi yang pernah duduk di bangku SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.

"Sebagai alumni SMP Muhammadiyah 4, saya akan selalu mengenang tiga tahun yang penuh cerita, persahabatan, dan pelajaran berharga yang turut membentuk diri saya hingga hari ini."

Ungkapan tersebut membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar matematika, bahasa, atau ilmu pengetahuan lainnya. Sekolah adalah tempat seseorang belajar menjadi manusia.

Pembina Muda Inspiring Broadcasting SKEMDA, Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M., memaknai keterlibatan timnya sebagai bentuk pengabdian yang lebih luas.

"Setiap agenda Muhammadiyah yang kami dokumentasikan mengajarkan satu hal penting: pendidikan bukan sekadar proses memindahkan ilmu, melainkan proses menyalakan cahaya. Hari ini kami tidak hanya merekam wajah para lulusan, tetapi juga merekam mimpi-mimpi yang sedang mencari jalan menuju masa depan."

Kolaborasi ini menjadi gambaran nyata bahwa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya hadir sebagai sekolah yang memberi pengalaman, bukan hanya pelajaran. Sekolah yang tidak hanya mengajarkan cara bekerja, tetapi juga cara memberi makna pada setiap pekerjaan.

Di SKEMDA, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk lulus. Mereka dipersiapkan untuk tumbuh. Tidak hanya diajarkan mencari nafkah, tetapi juga diajarkan memberi manfaat. Tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga karakter yang akan menjadi bekal sepanjang hayat.

Karena dunia tidak sedang menunggu orang yang sekadar pintar. Dunia membutuhkan generasi yang berintegritas, kreatif, tangguh, dan mampu membawa perubahan.

SMK Muhammadiyah 2 Surabaya adalah rumah bagi mimpi-mimpi besar yang sedang dipersiapkan menjadi kenyataan. Tempat di mana ilmu bertemu akhlak, keterampilan bertemu pengabdian, dan masa depan dibangun dengan iman.

Mari menjadi bagian dari keluarga besar SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Sebab setiap anak memiliki potensi untuk menjadi hebat, dan setiap masa depan berhak mendapatkan tempat terbaik untuk bertumbuh.