SURABAYA – Atmosfer penuh haru, bangga, dan optimisme menyelimuti Aula Nyai Walidah SMK Muhammadiyah 2 Surabaya (Skemda) pada Kamis (18/6/2026). Lantunan doa dan senyum sumringah dari sekitar 100 peserta yang hadir—terdiri dari wisudawan, orang tua, dan tamu undangan—menjadi saksi sejarah digelarnya prosesi Purnawiyata Angkatan ke-1 ONEXA (SMP Muhammadiyah 14 Surabaya).
Momen kelulusan perdana ini bukan sekadar seremoni serah terima ijazah, melainkan sebuah manifesto nyata dari sinergi pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Muhammadiyah yang dirancang dengan matang, mendalam, dan memukau.
Menanam Akar Tauhid dan Adab Sejak Dini
Acara dibuka dengan khidmat, membawa pesan-pesan filosofis yang menyentuh hati para orang tua. Dalam sambutannya, perwakilan Kepala SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, Bpk. Husen Al Asyari, S.Pd., memberikan bekal spiritual yang mendalam bagi para alumni muda yang akan melangkah ke jenjang berikutnya. Beliau menekankan pentingnya meniru konsep mendidik anak yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
"Ada 3 karakter utama dalam mendidik anak sejak dini yang dicontohkan sebagai tauladan oleh Lukmanul Hakim, yaitu: Tauhid (jangan menduakan Allah), jangan membantah orang tua, dan dirikanlah sholat," tutur Bpk. Husen Al Asyari dengan penuh penekanan.
Pesan ini seolah menjadi pengingat bagi seluruh hadirin bahwa di tengah gempuran zaman digital, fondasi keimanan dan bakti kepada orang tua adalah kompas utama yang tidak boleh goyah.
Apresiasi Tinggi dan Refleksi "Tali Pengikat" KH. Ahmad Dahlan
Kemegahan dan kerapian jalannya acara Purnawiyata perdana ini menuai pujian tinggi dari Konsultan Pendidikan, Bpk. Prof. Dr. Samsul Shodiq, M.Pd. Dalam orasinya, beliau mengaku terkesima dengan konsep acara yang disajikan secara apik oleh tuan rumah. Beliau menilai wisuda perdana ini berjalan sangat tertata rapi dan memukau.
Lebih jauh, Prof. Samsul Shodiq mengaitkan momentum ini dengan pemikiran pendiri Muhammadiyah. Beliau mengutip tulisan monumental KH. Ahmad Dahlan yang berjudul Tali Pengikat Hidup. Kutipan tersebut menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan sejati adalah tali yang mengikat akal, moral, dan spiritual manusia agar selaras demi kemaslahatan umat.
Kolaborasi Kreatif dan Dedikasi Tanpa Batas
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif para siswa dan guru SMK Muhammadiyah 2 Surabaya. Nadya Fitri, salah satu personil tim broadcasting SMK, mengungkapkan rasa bangganya atas kelancaran acara ini.
"Wisuda pertama ini terasa sangat istimewa. Atmosfernya luar biasa, ditambah lagi dengan penampilan-penampilan istimewa dari adik-adik siswa SMP Muhammadiyah 14 Surabaya yang membuat suasana semakin hidup," ujar Nadya antusias.
Rasa bangga dan haru juga terpancar dari pembina Muda Inspiring Broadcasting SKEMDA, Ibu Qonik Hanifa, S.Pd., Gr., M.M. Sebagai motor penggerak di balik layar yang mendokumentasikan momen bersejarah ini, beliau menyampaikan kesan mendalamnya.
"Menjadi tuan rumah sekaligus meliput acara wisuda perdana SMP Muhammadiyah 14 Surabaya adalah sebuah kehormatan besar. Dengan penuh dedikasi, seluruh tim berusaha menyajikan tampilan yang kompleks, estetis, dan berkesan, baik untuk para siswa maupun wali siswa yang hadir. Kami ingin momen ini abadi sebagai memori terindah mereka," ungkap Ibu Qonik dengan mata berbinar.
Tempat Terbaik Menenun Masa Depan
Purnawiyata Angkatan ke-1 ONEXA di Aula Nyai Walidah ini menjadi bukti nyata kapasitas SMK Muhammadiyah 2 Surabaya (Skemda) sebagai sekolah pusat keunggulan yang tidak hanya andal dalam mencetak generasi siap kerja, tetapi juga matang secara karakter dan spiritual.
Di Skemda, teknologi masa depan seperti broadcasting dan multimedia dikawinkan dengan nilai-nilai luhur keislaman. Di sinilah tempat di mana bakat anak Anda dikonversi menjadi prestasi, dan mimpi-mimpi besar mereka ditenun menjadi kenyataan. Jangan biarkan potensi emas putra-putri Anda pudar oleh zaman. Mari bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar SMK Muhammadiyah 2 Surabaya—sekolah para juara, tempat adab dan teknologi tumbuh bersama.
Closing Istimewa
Ketika selembar ijazah diserahkan, ia bukan tanda berakhirnya sebuah perjalanan, melainkan gerbang awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Di bawah langit Aula Nyai Walidah, Angkatan ke-1 ONEXA telah resmi dilepas untuk terbang tinggi. Namun ingatlah, sejauh apa pun kaki melangkah menembus batas dunia, kembalilah pada tali pengikat iman, sholat, dan rida orang tua yang telah ditanamkan di sini. Selamat berjuang, sang pembuat sejarah! (Qonik)
